Menurutnya di negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi seperti Indonesia ini proses demokratisasi tetap harus berjalan dan senantiasa dipertahankan. Dalam kaitan itu, anak muda tetap senantiasa berada pada barisan terdepan menjaga proses lahirnyademokratisasi.
“Yang tak kalah pentingnya adalah upaya mempertahankan idealisme pemuda.Juga diperlukan dalam upaya serius dari kalangan pemuda untuk menjaga dan mendorong terwujudnya seluruh agenda reformasi di negeri ini. Sebagai seorang pemuda, saya akan mendorong hal ini,” kata Asri
Dijelaskan Pembenahan terhadap kualitas sumber daya manusia terhadap para pemuda harus tetap dilanjutkan sehingga kiprahnya di tengah masyarakat kelak punya nilai yang positifDi tengah lunturnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda, pembangunan bangsa mesti tetap dilakukan.Perbaikan identitas di kalangan generasi muda melalui peningkatan daya saing terasa.
Pembicara lain dalam diskusi antara Pengamat dari The Indonesian Institute Cecep Effendi dan Anggota DPD RI TantowiYahya.
Pengamat dari The Indonesian Institute Cecep Effendi mengatakan ini harus menjadi agenda nasional. "Desain sebuah upaya agar bangsa ini mencuat kedepan. Dulu kita bilang sejauh asia tenggara, kita adalah pemimpin legendaris. Dulu kita bisa bangga dengan Piala Thomas/Uber ketika diangkat. Sekarang? Penghargaan kitaterhadap prestasi generasi muda kita sekarang kurang," tuturnya.
Menurut Cecep, tantangan terbesar bagi generasi muda Indonesia saat ini adalah membentuk individu dan institusi yang memiliki daya saing. "Ketika itu muncul, maka kita bangga jadi orang Indonesia" lanjutnya pada diskusi bertajuk 'Meneguhkan Peran Pemuda Memperkuat NKRI' itu.
Dengan kapasitas seperti itu, tentu saja generasi muda dapat mengangkat wajah Indonesia di skala internasional dan memperkuat bangsa. Namun, lanjut Cecep, bandingkan dengan keadaan sekarang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ternyata 60 persen dari total generasi muda Indonesia hanya tamat SD. (Kompas.com).

0 tinggalkan komentar Anda:
Posting Komentar